Berbicara pesatnya perkembangan tren startup di Indonesia tidak lepas dari topik pentingnya peran payment gateway untuk memastikan kelancaran di setiap transaksi keuangan. Payment gateway memungkinkan pemilik usaha online untuk menerima berbagai pilihan pembayaran melalui website, kartu debit/kredit, ataupun transfer antarbank.

Payment gateway multinasional tidak menyediakan layanan pembayaran lokal (seperti transfer antarbank), sehingga untuk mendapatkan pelayanan komplit, Anda harus bekerjasama dengan layanan payment gateway dalam negeri.

Tidak seperti negara lain yang sudah memiliki ekosistem startup yang lebih matang, tingkat penetrasi kartu kredit di Indonesia masih sangat rendah, yaitu kurang dari 5%. Di lain sisi, sebesar 40% dari masyarakat Indonesia belum memiliki rekening bank. Hal ini menjadi sebuah tantangan sekaligus kesempatan yang baik untuk payment gateway lokal. Karenanya, jumlah payment gateway di Indonesia kini telah mencapai lebih dari 20 pemain.

Berikut adalah beberapa nama besar dalam industri ini:

 

DOKU

 

DOKU (PT Nusa Satu Inti Artha), adalah pelopor online payment gateways di Indonesia. DOKU didirikan pada tahun 2007 dan sebelumnya dikenal dengan nama NSIAPay.

Untuk kebutuhan bisnis, DOKU menyediakan produk seperti Payment Link, E-Invoice, Web, dan Applications. Pemilik usaha bisa menerima pembayaran melalui e-mail dengan E-Invoice, atau dengan media sosial, aplikasi pesan singkat, atau forum yang disediakan Payment Link. Pembayaran pada platform DOKU bisa dilakukan lewat browser untuk pengguna Web, atau melalui iOS dan SDK Android untuk pengguna aplikasi DOKU.

Metode pembayaran yang dilayani DOKU bermacam-macam, mulai dari kartu kredit, kartu debit, internet banking, transfer bank, dan e-wallet bernama DOKU Wallet yang telah mendapatkan sertifikasi untuk menjalankan e-money. Sejak November 2013, pengguna DOKU Wallet bisa mengirimkan uang lewat satu akun Facebook ke akun Facebook lainnya, dengan minimum jumlah Rp1,- hingga Rp1.000.000,-

 

doku

 

Selain itu, DOKU juga menerima pembayaran offline dari beberapa mini market yang tergabung dalam grup Alfamart, seperti Alfamart, Alfamidi, dan Alfa Express. Baru-baru ini, layanan e-money dari DOKU telah diakuisisi oleh konglomerat media Indonesia Emtek. DOKU termasuk PCI DSS Level 1 compliant payment gateway.

Beberapa klien ternama DOKU adalah Century (farmasi), Jooz (aplikasi pemutar lagu), Air Asia (maskapai penerbangan), dan Alfacart (e-commerce).

 

Midtrans

Sebelumnya dikenal dengan nama Veritrans Indonesia, Midtrans telah berdiri sejak tahun 2012 sebagai joint venture dari payment gateway Jepang bernama Veritrans Inc., perusahaan e-commerce Jepang Netprice.com, dan Midplaza Holdings. Meskipun Midtrans juga menjual fitur Risk Management dan Chat Commerce, bisnis payment gateway mereka tetap menjadi lini bisnis yang utama.

Sama seperti DOKU, Midtrans menawarkan beberapa pilihan pembayaran seperti pembayaran kartu, debit langsung, dan transfer bank. Pembayaran debit disediakan dengan bekerjasama dengan bank-bank besar di Indonesia seperti Bank Mandiri, CIMB, BRI, dan BCA. Untuk layanan e-wallet, Midtrans menerima pembayaran online tidak hanya dari Mandiri e-cash tapi juga produk perusahaan telekomunikasi seperti T-cash dari Telkomsel, XL Tunai dari XL, dan Dompetku dari Indosat.

 

midtrans

 

Mitra-mitra Midtrans memungkinkan pembayaran lewat konter langsung atau melalui Indomart dan Kioson. Totalnya, Midtrans menyediakan 18 metode pembayaran yang semuanya terintegrasi dalam laman bernama Snap.

Tokopedia (e-commerce), Traveloka (penjualan tiket online), Garuda Indonesia (maskapai penerbangan), dan Cinemaxx (bioskop) adalah beberapa klien yang ditangani oleh Midtrans.

 

Xendit

Dibandingkan dengan beberapa payment gateway sebelumnya, Xendit tergolong baru dalam industri fintech Indonesia.

Xendit didirikan pada Juli 2015 setelah memenangkan hackathon Berkeley vs Stanford. Kurang dari dua tahun setelahnya, Xendit telah berhasil mengembangkan portofolio produk fintech mereka ke layanan payment gateway. Xendit menyederhanakan transaksi pembayaran dengan mengatur riwayat tagihan, mengirimkan notifikasi setelah pembayaran, dan menyediakan integrasi tunggal yang menghubungkan Anda dengan semua metode pembayaran.

Ada tiga produk yang ditawarkan Xendit pada penjual: XenPayments, XenInvoice, dan XenDisburse. XenPayments adalah payment gateway Xendit yang memungkinkan pemilik usaha untuk menerima pembayaran kartu kredit, transfer bank, atau akun virtual. Produk ini umumnya digunakan untuk checkout dari e-commerce, melakukan top-up kredit game, pelunasan hutang, dan pembayaran subscription (langganan).

Berkat tautan URL dari XenPayments, Xendit memberikan cara checkout  yang lebih cepat dan lebih mudah bagi pengguna. Penjual hanya perlu mengirimkan tautan URL ini pada pelanggan dan mereka pun bisa menerima pembayaran di mana dan kapan saja.

Dalam hal pendeteksian penipuan dan jaminan keamanan semua transaksi, Xendit dilindungi oleh sistem pendeteksian penipuan secanggih sistem yang dimiliki Visa. Sistem ini didasarkan dari data global dan milyaran data yang disesuaikan dengan algoritma mesin yang terus berkembang dan meningkatkan akurasi Xendit.

 

Logo Xendit - Payment Gateway

 

Di samping itu, semua data sensitif selalu terenkripsi dan semua transaksi diproses dengan sistem compliant PCI DSS untuk melindungi bisnis Anda dengan standar tinggi yang digunakan oleh Sillicon Valley.

Untuk level entry, Xendit menawarkan layanan percobaan gratis selama 30 hari dengan fitur-fitur lengkap, full support dari tim Xendit, dan transisi mudah untuk meng-upgrade akun pemilik usaha. Bagi pemilik usaha yang memiliki nilai transaksi lebih dari Rp500.000.000,- dalam sebulan, Xendit menawarkan potongan harga untuk software bisnis tradisional, ditambah dengan integrasi layanan yang mudah.

Pemilik usaha juga bisa memilih layanan Pay As You Go: untuk setiap pembayaran lewat transfer bank, penjual hanya perlu membayar Rp4.900,-. Xendit memberlakukan tagihan untuk pembayaran kartu kredit sebesar 3,1% + Rp2.500,- per satu transaksi yang sukses diterima (sudah termasuk fee untuk bank). Untuk opsi ini, pemilik usaha tidak dikenakan biaya bulanan, biaya maintenance, atau biaya-biaya lain yang tersembunyi.

Setiap perusahaan tentu memiliki kekuatan dan kekurangannya tersendiri. Cobalah berdiskusi dengan masing-masing pihak agar Anda menemukan solusi kerjasama yang sesuai dengan prioritas kepentingan Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan terkait metode pembayaran di Indonesia, jangan ragu untuk menghubungi Xendit di chat, WhatsApp, atau email.


Baca juga:

Memilih Payment Gateway yang Tepat untuk E-Commerce

 

Ikhsan Rahardian

Head of Product at Xendit.